Senin, 26 September 2011

Hilangkan Depresi dengan Menonton Film

Tertawa, sedih, terinspirasi atau berpikir panjang, mungkin bisa Anda alami setelah selesai menonton film. Tanpa disadari, menonton film memunculkan efek luar biasa bagi kepribadian banyak orang.

Hal inilah yang kemudian dikembangkan oleh Gary Solomon, MPH, M.S.W., Ph.D., "Father of Cinematherapy" atau dikenal dengan "Movie Doctor". Seperti dilansir dari Cinema-Theraphy.com, ia mengembangkan metode terapi dengan memanfaatkan kekuatan transformasional film tertentu.

Film digunakan untuk membuat seseorang menjadi pribadi yang lebih baik dan terinspirasi untuk mengatasi masalahnya. Doktor Salomon menemukan, bahkan orang yang tidak dalam terapi dengan psikolog, bisa mendapatkan keuntungan dari menonton film terkait kondisi psikologisnya.

Menurutnya, seseorang dapat menonton film sendiri dalam rumah. Mereka dapat menghentikan film setiap saat, untuk kembali melihat bagian yang mungkin memiliki dampak positif secara emosi bagi kondisi psikologisnya.

Dengan menonton film sendiri, Anda memang bisa bebas menjerit, menangis, tertawa atau menjadi termenung tanpa takut mengganggu atau khawatir dengan penilaian orang lain. Banyak film yang bisa menjadi inspirasi jalan keluar terkait berbagai masalah dalam kehidupan.

Sebagai psikoterapis, Dr. Solomon juga memberikan resep pada pasien-pasiennya. Tetapi, resep yang ia berikan bukan berisi nama obat, melainkan judul-judul film terkait kondisi psikologis pasiennya.

"Film memilik efek positif yang luar biasa," katanya.

Ketika menonton film, biasanya kita akan merasa seperti salah satu karakter dalam cerita. Setelah selesai menonton, solusi dalam film yang disampaikan melalui karakter ini, tanpa disadari bisa mengurangi perasaan depresi.

Hal terpenting dari terapi ini adalah memilih film sesuai dengan masalah yang sedang Anda alami. Misalnya, Dr. Solomon merekomendasikan film 'War of the Roses' dan 'The Way We Were', bagi Anda yang mengalami masalah perceraian. Lalu, bagi yang sedang putus cinta, menonton film '500 Days of Summer', merupakan pilihan tepat.
• VIVAnews

Tidak ada komentar:

Posting Komentar